Selasa, 07 Juni 2016



SOSOK SEORANG PEDAGANG KACANG PINGGIRAN





Seorang nenek terlihat berjualan di pinggiran pasar. Setiap pukul 06:30 WIB nenek itu sudah tampak siap berjualan, wajah yang selalu gembira, raut wajah yang tidak pernah sedih, dan senyuman yang penuh keramahan selalu menjadi modal utama nenek tersebut. Tidak pernah sedikitpun nenek ini meminta belas kasihan dari orang lain. Hari demi hari selalu ia jalani penuh dengan semangat bersama dengan ke 5 anaknya, tanpa didampingi seorang suami. Meskipun tanpa sesosok suami nenek ini selalu berjuang membanting tulang demi memperjuangkan ke 5 anaknya. Ia selalu menjalankan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh meskipun banyak orang yang selalu mengatakan pekerjaan itu rendah, namun ia tetap bangga menjalankan pekerjaan itu karna bagi ia tidak ada pekerjaan lain yang dapat ia jalani selain berjualan.
Suryi adalah seorang ibu berumur 65 tahun, mempunyai lima anak yang terdiri dari 1 perempuan dan 4 laki-laki. Suryi ditinggal suaminya sejak anak-anaknya masih kecil. Suaminya yang menderita kanker otak tidak dapat bertahan hidup lebih lama. Ya karena penyakit itulah suryi ditinggal oleh suaminya, suryi harus tetap bertahan hidup dengan sisa sebagian hartanya yang habis buat berobat suaminya. Ya inilah sekilas sosok suryi yang bekerja menjadi penjual kacang dan beras kecil-kecilan. Suryi berjualan dipasar tambeng desa kandang, namun suryi berdagang dipinggiran pasar karna ia tidak mampu menyewa los pasar yang harganya begitu tinggi. Suryi rela berjualan dipinggiran demi mencukupi kebutuhan setiap harinya, meski dengan untung seribu tiap kg namun suryi tetap menekuninya.

“saya lebih baik menjadi penjual beras dan kacang dengan untung seribu dari pada saya tidak melakukan pekerjaan sama sekali, meski dengan untung yang sedikit dan pas-pasan saya harus tetap berjualan demi menafkahi anak-anak saya. Berapapun hasil yang saya kantongi, suryi tetap mensyukurinya. Karena bekerja adalah bukan semata-mata bagaimana suryi dapat menghasilkan uang dari menjual makanan.


4 komentar:

  1. semoga ini bisa jadi pelajaran untuk kita :)

    BalasHapus
  2. Pelajaran berhaga buat daun daun muda, semangat pantang menyerah

    BalasHapus
  3. bekerja keras lah untuk kalian para anak muda. thanks :-)

    BalasHapus
  4. usia bukan alasan untuk bekerja keras

    BalasHapus