Pengajaran drama di sekolah dapat
diklasifikasikan ke dalam dua golongan, yaitu, pengajaran teks drama yang
termasuk sastra dan pementasan drama yang termasuk bidang teater. Dalam
pengajaran teks drama, siswa juga dianjurkan untuk mementaskan naskah tersebut.
Menulis teks drama memang bukan
sesuatu hal mudah, karena dalam menulis teks drama penulis dituntut mempunyai
pengetahuan yang luas baik dalam bidang drama secara khusus maupun pengetahuan
tentang sastra secara umum. Seseorang yang ingin menulis teks drama dengan baik
mau tidak mau harus menguasai wawasan tentang dua hal tersebut. Untuk menambah
wawasan serta pengatahuan siswa dalam menulis naskah drama guru bisa memberi
penguatan melalui media-media yang ada.
Salah satu media yang bisa digunakan
guru dalam pembelajaran menulis teks drama yaitu dengan menggunakan media
gambar. Media gambar itu berupa boneka (stick wayang orang). Media pembelajaran
boneka (stick wayang orang) merupakan media yang dibuat dari bahan daur ulang.
Gambar orang diambil dari potongan dari koran dan majalah bekas. Gambar dicari
yang menarik perhatian siswa. Minimal terdapat 2 sosok gambar manusia untuk
memudahkan dalam penyusunan naskah dialog dalam wayang orang. Gambar dari
potongan tersebut dilekatkan pada kertas yang agak tebal sehingga bisa tegak
berdiri ketika dilekatkan pada sebuah steakes krim. Layaknya seperti wayang.
Langkah-langkahnya
sebagai berikut :
1. Meja
siswa ditata secara melingkar. Kemudian guru menempati posisi ditengah. Peran
guru disini memberi intruksi kepada siswa untuk membuat stick wayang orang.
2. Guru
memberi contoh bentuk stick wayang orang dan menyedikan majalah atau koran
bekas, gunting, lem, serta stick bekas es cream atau stick bekas mainan
anak-anak, kemudian siswa disuruh membuat sesuai dengan gambar yang siswa pilih
sendiri.
3. Disamping
siswa membuat stick wayang orang, guru memberikan intuksi kepada siswa untuk
memberikan dialog.
4. Masing-masing
siswa membuat dialog menyesesuiakan dengan gambar yang mereka pegang. Setelah
itu, siswa memainkan peran wayang orang dengan cara menceritakan layaknya
sebagai dalang di tengah lingkaran kelas.
5. Seluruh
siswa secara bergiliran bercerita menjadi dalang dengan cara bercerita kepada
teman-temannya sesuai dengan dialog yang sudah dibuatnya.
6. Setelah
semua selesai, stick wayang orang dipindahkan (diberikan) keteman secara
berurutan. Masing-masing siswa memegang stick wayang orang karya temannya.
Siswa tersebut akan memberikan respon dengan cara menentukan tema dan amanat
dari masing-masing naskah (dialog) drama dari stick wayang orang.
7. Masing-masing
siswa mendapat tugas untuk menentukan tema dan amanat sesuai dengan dialog yang
telah di buat temannya.
8. Setelah
selesai, secara bergantian siswa membacakan tema dan amanat sesuai dengan
naskah dialog dari stick wayang orang tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar