Rabu, 22 Juni 2016



Pengajaran drama di sekolah dapat diklasifikasikan ke dalam dua golongan, yaitu, pengajaran teks drama yang termasuk sastra dan pementasan drama yang termasuk bidang teater. Dalam pengajaran teks drama, siswa juga dianjurkan untuk mementaskan naskah tersebut.
Menulis teks drama memang bukan sesuatu hal mudah, karena dalam menulis teks drama penulis dituntut mempunyai pengetahuan yang luas baik dalam bidang drama secara khusus maupun pengetahuan tentang sastra secara umum. Seseorang yang ingin menulis teks drama dengan baik mau tidak mau harus menguasai wawasan tentang dua hal tersebut. Untuk menambah wawasan serta pengatahuan siswa dalam menulis naskah drama guru bisa memberi penguatan melalui media-media yang ada.
Salah satu media yang bisa digunakan guru dalam pembelajaran menulis teks drama yaitu dengan menggunakan media gambar. Media gambar itu berupa boneka (stick wayang orang). Media pembelajaran boneka (stick wayang orang) merupakan media yang dibuat dari bahan daur ulang. Gambar orang diambil dari potongan dari koran dan majalah bekas. Gambar dicari yang menarik perhatian siswa. Minimal terdapat 2 sosok gambar manusia untuk memudahkan dalam penyusunan naskah dialog dalam wayang orang. Gambar dari potongan tersebut dilekatkan pada kertas yang agak tebal sehingga bisa tegak berdiri ketika dilekatkan pada sebuah steakes krim. Layaknya seperti wayang.

Panduaan penggunaan media pembelajaran stick wayang orang pada kompetensi dasar menulis kreatif naskah darama dengan memperhatikan kaidah penulisan naskah drama.
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
1.      Meja siswa ditata secara melingkar. Kemudian guru menempati posisi ditengah. Peran guru disini memberi intruksi kepada siswa untuk membuat stick wayang orang.
2.      Guru memberi contoh bentuk stick wayang orang dan menyedikan majalah atau koran bekas, gunting, lem, serta stick bekas es cream atau stick bekas mainan anak-anak, kemudian siswa disuruh membuat sesuai dengan gambar yang siswa pilih sendiri.
3.      Disamping siswa membuat stick wayang orang, guru memberikan intuksi kepada siswa untuk memberikan dialog.
4.      Masing-masing siswa membuat dialog menyesesuiakan dengan gambar yang mereka pegang. Setelah itu, siswa memainkan peran wayang orang dengan cara menceritakan layaknya sebagai dalang di tengah lingkaran kelas.
5.      Seluruh siswa secara bergiliran bercerita menjadi dalang dengan cara bercerita kepada teman-temannya sesuai dengan dialog yang sudah dibuatnya.
6.      Setelah semua selesai, stick wayang orang dipindahkan (diberikan) keteman secara berurutan. Masing-masing siswa memegang stick wayang orang karya temannya. Siswa tersebut akan memberikan respon dengan cara menentukan tema dan amanat dari masing-masing naskah (dialog) drama dari stick wayang orang.
7.      Masing-masing siswa mendapat tugas untuk menentukan tema dan amanat sesuai dengan dialog yang telah di buat temannya.
8.      Setelah selesai, secara bergantian siswa membacakan tema dan amanat sesuai dengan naskah dialog dari stick wayang orang tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar